Kamis, 11 Februari 2016

MEMAHAMI PRINSIP KERJA RADIO







Jujur saja bahwa untuk memahami prinsip kerja radio merupakan suatu hal yang sangat sulit bagi saya. Semenjak saya masih duduk dibangku kuliah hingga awal tahun 2010 kemarin kurang lebih 7 tahun lamanya, saya menyimpan sebuah pertanyaan yang akhirnya bisa saya pecahkan. Sebenarnya jika ingin membuat suatu rangkaian baik itu rangkaian sensor, rangkaian amplifier atau rangkaian digital bisa saya rancang dengan kreasi dan modifikasi sendiri sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi untuk membuat suatu rangkaian yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar saya benar-benar tidak bisa membuatnya walaupun dalam bentuk sederhana sekalipun. Sebagai contoh saya diminta untuk membuat suatu rangkaian bell rumah pada frekuensi 15 Mhz dengan jarak jangkau kurang lebih 100 meter atau suatu rangkaian control jarak jauh dengan menggunakan gelombang radio atau suatu rangkaian yang bisa mengirimkan data dengan menggunakan gelombang radio, kesemuanya tidak akan bisa saya buat. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya membaca teori dasar mengenai radio dari buku ataupun internet untuk bisa memahami prinsip dasar dari radio supaya saya bisa membuat rangkaian radio tersebut dengan kreasi sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Akhirnya saya bertemu dengan seorang yang hobby dan telah bergelut lama dengan rangkaian radio. Walaupun dia tidak bisa menjawab pertanyaan saya 100 %, tapi dia cukup memberikan saya pencerahan. Salah satu pertanyaan saya kepadanya yaitu mengapa setiap rangkaian radio itu harus menggunakan lilitan, bukankah untuk mendapatkan sinyal dengan frekuensi tinggi saya bisa menggunakan rangkaian lainnya seperti kombinasi gerbang dan bisa saya pastikan nilainya sesuai dengan kebutuhan tanpa harus melakukan perkiraan nilai induktansi dari suatu lilitan. Pertanyaan yang lain adalah apakah saya bisa langsung mnghubungkan ke antenna suatu terminal output dari rangkaian yang sudah saya buat dengan rancangan sendiri dimana terminal output tersebut sudah menghasilkan sinyal yang termodulasi. Menurutnya sebenarnya secara logika hal tersebut bisa saja terjadi, tapi dia sendiri belum pernah mencobanya.

Sebenarnya semuanya tidak serumit yang saya pikirkan, kesalahan saya dari dulu adalah tidak ingin mencoba langsung apa yang ada dalam pikiran. Setelah saya mencoba beberapa kali percobaan akhirnya saya menyimpulkan bahwa suatu sinyal yang mempunyai frekuensi yang sangat tinggi akan menghantar jika dihubungkan dengan suatu logam, hanya saja untuk menghasilkan daya hantar yang maksimum harus menggunakan rumus antenna yang telah ditentukan sebelumnya oleh para pakar elektronika. Tidak penting darimana mendapatkan sinyal berfrekuensi tinggi tersebut, apakah dari rangkaian yang menggunakan lilitan atau tidak.

Kemudian saya menyimpulkan bahwa suatu logam yang terkena hantaran dari sinyal radio bisa kita gunakan sebagai jalan masuk suatu sinyal yang dipancarkan oleh rangkaian pemancar radio. Atau dengan kata lain sebenarnya logam yang terkena gelombang radio tersebut adalah terminal yang mengalir sinyal listrik dimana sinyal listrik tersebut sangat kecil sekali dan berbentuk seperti gelombang radio yang mengenainya. Jadi tinggal bagaimana cara anda menjadikan sinyal yang sangat kecil sekali tadi dan dengan berbagai frekuensi dari banyak gelombang yang mengenai logam tersebut bisa anda ambil dan perkuat sinyal informasi yang dibawanya. Anda jangan terkecoh dengan adanya variasi beberapa kapasitor atau inductor pada bagian penala suatu rangkaian penerima radio, sehingga membuat anda bingung. Bagian ini dirancang untuk bagaimana supaya bisa meloloskan sinyal yang berfrekuensi seperti yang diharapkan. Bahkan anda juga bisa hanya dengan menggunakan satu kapasitor dan satu dioda sebagai penerima radio. Dioda digunakan untuk detector atau pelolos sinyal pada siklus positif. Kemudian kapasitor dipasang parallel dengan maksud bisa menghilangkan sinyal pembawa dengan prinsip pengisian dan pelepasan kapasitor. Memang nilai kapasitor menjadi penentu sinyal yang dihasilkan, jika anda menggunakan nilai kapasitor yang terlalu kecil maka bisa dipastikan sinyal informasi dan sinyal pembawa tidak akan terpisah. Tapi jika anda menggunakan nilai yang terlalu besar maka akan mengubah sinyal informasi berbentuk seperti garis lurus akibat pelepasan muatan yang terlalu lama, seperti prinsip dasar rangkaian penyearah.

Tahukah anda sekarang saya mulai menyadari mengapa kebanyakan orang merancang rangkaian radio menggunakan beberapa kombinasi lilitan dan kapasitor serta transistor. Ternyata komponen gerbang atau IC digital kebanyakan tidak mendukung pada frekuensi kerja yang sangat tinggi. Kemudian untuk membuat bagian pembangkit frekuensi tinggi dan bagian modulasi diperlukan cukup banyak komponen IC. Tetapi jika anda menggunakan prinsip resonansi osilator dengan variasi lilitan dan kapasitor anda bisa hanya dengan menggunakan satu transistor sebagai pembangkit sinyal frekuensi tinggi dan sekaligus sebagai pencampur, dan lagi transistor frekuensi tinggi mudah anda dapatkan di pasaran, salah satu contoh adalah transistor 2N2222. Akhirnya saya telah menemukan prinsip kerja radio sesuai dengan versi pemahaman saya sendiri walaupun mungkin tidak melalui perhitungan.

loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id

Rangkaian Radio Penerima FM Sederhana

Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berceloteh sedikit mengenai rangkaian penrima fm yang bisa dibilang cukup sederhana. Jujur saja rangkaian penerima ini bukan buatan atau rancangan saya sendiri, tapi saya yakin rangkaian ini bisa berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Saya saranakan jika anda seorang yang hobby atau senang berkreasi dengan rangkaian elektronika supaya menggunakan protoboard agar bisa melakukan modifikasi sesuai dengan analisa anda sendiri sehingga pada akhirnya anda akan mengerti prinsip kerja rangkaian tersebut sesungguhnya.




Daftar Komponen

1. Resistor : R1 (10 Kohm), R2 (1,2 Kohm), R3 (10 ohm), VR1 (1 Kohm) dan VR2 (10 Kohm)
2. Kapasitor : C1 (0,001 �F), C2 (15 pF), C3 (100 �F), C4 (4,7 pF), C5 (0,047 �F), C6 (0,1 �F), C7 (0,0047 �F), C8 (10 �F), C9 (10 �F), C10 (0,47 �F), C11 (220 �F), C12 (0,1 �F) dan VC1 (Varco 15 sd 120 pF)
3. Induktor : L1 (kawat email 1 mm, 7 lilitan, inti udara, diameter 10 mm) dan L2 (kawat email 0,3 mm, 30 lilitan, diameter 7 mm)
4. IC : LM 386
5. Transistor : FET 2N3819
6. LoudSpeaker
7. Antenna

Rangkaian di atas merupakan salah satu contoh rangkaian penerima fm yang cukup sederhana dengan hanya menggunakan satu buah transistor FET. Sedangkan pada IC LM386 hanya digunakan sebagai penguat sinyal keluaran, anda bisa menggunakan rangkaian amplifier dengan jenis yang lain baik itu dengan menggunakan transistor atau IC penguatan lainnya atau menggunakan amplifier yang sudah jadi yang anda beli dari pasar dengan menghubungkan keluaran dari C6 sebagai input amplifier. Jantung dari rangkaian penerima fm diatas adalah terletak pada transistor FET. VC1 adalah variable kondensator atau varco yang digunakan sebagai penala frekuensi atau pemilih frekuensi dari sinyal yang akan diterima.

loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id

Rangkaian Pemancar Radio FM




  

Rangkaian pemancar radio fm diatas merupakan salah satu rangkaian pemancar radio yang cukup sederhana dan mudah dibuat. Jarak pancar yang bisa dijangkau adalah berkisar 2 km. Rangkaian diatas menggunakan transistor dan tidak satupun menggunakan IC sehingga cukup murah untuk dijadikan percobaan. Power supply yang dibutuhkan antara 9 volt sampai dengan 24 volt, pada catu 24 volt rangkaian pemancar ini mencapai daya pancar maksimal.

Prinsip kerja rangkaian pemancar fm ini sebenarnya sama dengan rangkaian pemancar fm pada umumnya. Sinyal input atau sinyal informasi diperkuat terlebih dahulu sebelum dicampur dan dipancarkan. Transistor Q1 dan Q2 berfungsi dalam bidang pengaturan dan penguatan sinyal input. R9 yang terhubung dengan emitor Q2 berguna untuk mengatur nilai gain atau penguatan sinyal input. Transistor Q3 merupakan tempat modulasi berlangsung, dimana sinyal frekuensi tinggi dan sinyal informasi dicampur dengan metode frekuensi modulasi yang kemudian akan dipancarkan oleh antena. Untuk mengatur frekuensi pancaran tergantung pada nilai C9.

Anda bisa membuat rangkaian pemancar radio sederhana. Radio pemancar fm sederhana bisa anda gunakan sebagai alat komunikasi skala kecil. Alat ini cocok digunakan sebagai alat pemancar informasi dalam satu lingkup daerah. Istilah sekarang bisa sebagai komunikasi antar anggota komunitas. Tapi jika anda malas membuatnya, anda bisa memberli alat yang sudah jadi seperti handy talky atau walky talky.

loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id

Memahami Prinsip Kerja Modulasi FM








Rangkaian FM Modulator diatas adalah merupakan rangkaian modulasi fm sederhana dengan menggunakan IC 555, dimana sinyal termodulasi yang dihasilkan mempunyai rapat renggang frekuensi bergantung pada sinyal informasi. Sinyal yang dihasilkan bisa dibilang cukup bagus dan stabil sehingga hasilnya nanti bisa lebih sempurna. Tidak ada lilitan atau induktor pada rangkaian modulator ini, jadi anda tidak perlu repot-repot untuk membuat lilitan serta menghitung-hitung nilai dari lilitan yang anda buat tersebut. Dengan rangkaian ini nilai frekuensi modulasi yang diinginkan bisa didapatkan dengan mudah melalui perhitungan frekuensi IC 555 pada umumnya, yakni ditentukan oleh resistor 6,8 K dan 3,3 K serta kapasitor 0,1 uF. Untuk memperoleh besar frekeunsi yang lain anda tinggal mengganti salah satu atau ketiga komponen tersebut.

Sebenarnya rangkaian modulator fm ic 555 ini walaupun sangat sederhana, tetapi menurut saya cukup bisa diandalkan untuk menangani tujuan aplikasi yang sederhana yang tidak menuntut daya yang besar atau frekuensi yang sangat tinggi. Tapi jika memang anda menginginkan daya yang lebih anda bisa menambahkan rangkaian penguat RF pada bagian output rangkaian ini. Sehingga sinyal hasil termodulasi tersebut bisa diperkuat dengan bantuan rangkaian pendukung. Sesuai percobaan saya dengan rangkaian modulator ini bisa bekerja dengan baik pada range frekuensi dibawah Mhz, karena memang IC 555 bukanlah IC yang dikhususkan untuk mendukung frekuensi kerja yang sangat tinggi. Anda bisa memanfaatkan rangkaian oscilltor transistor, xtal atau lainnya apabila anda membutuhkan frekuensi yang sangat tinggi.

Perbedaan rangkaian IC 555 diatas dengan rangkaian multivibrator pada umumnya adalah penggunaan pin 5, pada rangkaian FM Modulator ini pin 5 dari IC 555 digunakan sebagai masukan sinyal informasi yang pada akhirnya akan mempengaruhi bentuk sinyal output (termodulasi). Tetapi pada penerapan fungsi multivibrator pin 5 ini biasanya dihubungkan dengan kapasitor 0,01 uF atau dibiarkan saja

loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id

CARA MEMBUAT ANTENA WAJANBOLIC UNTUK INTERNET GRATIS


 




Bagi anda yang senang sekali berkutat didunia internet tetapi memilki modal tipis dan pas-pasan maka anda saya sarankan untuk mencoba satu cara ini. Yaitu merangkai sendiri antenna wajan bolic untuk bisa menangkap sinyal hotspot gratis yang ada di kota anda. Tapi untuk yang bertempat tinggal agak jauh dari kota saya tidak menyarankan cara ini, dikarenakan jarak bisa jangkau antenna wajanbolic ini antara 1 � 2 Km, untuk memperoleh jarak yang lebih jauh anda harus menggunakan wajan yang lebih besar. Untuk membuat antenna wajan bolic ini anda tidak harus seorang sarjana elektronika ataupun ataupun seseorang yang memahami secara mendalam mengenai rangkaian-rangkaian elektronika. Dengan cara ini saya jamin anda bisa berinternet gratis selamanya dengan catatan hotspot yang anda tumpangi tidak tutup atau tidak memutuskan dengan sengaja koneksi anda. Oleh karena itu carilah hotspot yang gratis untuk umum.

Hal-hal yang sedikit perlu anda ketahui adalah sebagai berikut :
Wireless USB adalah peralatan Wireless Lan atau WLAN yang menggantikan kabel LAN dengan perantara udara (wireless) standar wifi yang sering dipakai adalah IEEE 802.11. karena didukung banyak vendor.

STANDAR PROTOKOL









-->
Gambar ketentuan standar protocol wi-fi
Standar protocol yang sering dipakai untuk peralatan wireless adalah 802.11x, huruf x ditentukan sesuai dengan frekuensi kerja wireless tersebut. Untuk lebih jelasnnya lihat gambar diatas.

Menentukan letak titik focus antenna :
F = D^2/(16*d)
Dimana :
F = Jarak titik focus dari dasar wajan
D = Diameter wajan
d = Kedalaman wajan
dari dasar wajan sampai titik focus adalah daerah bebas alumunium foil.

Menentukan letak Wireless USB dipasang :

loading...

-->
Dp(mm)                     S(mm)
90                              51.22
92                              49.36
94                              47.79
95                              47.10
96                              46.45
97                              45.86
98                              45.29
99                              44.77


-->
Dp = Diameter paralon ( 3 inci = 90 mm )
S = Jarak antara ujung paralon dengan posisi USB ( 51.22 mm)


Daftar Bahan

  1. Wireless USB 1 buah
  2. Wajan penggorengan 1 buah
  3. Pipa paralon tipis ukuran 3 inci 1 meter
  4. Doff (Tutup paralaon) 3 inci 2 buah
  5. Mur dan baut 1 buah
  6. Lakban Alumunium Secukupnya
  7. Plat siku penyangga wajan 1 buah
  8. Clamp pipa berserta mur 1 buah

Perkiraan biaya tidak lebih dari seratus ribu rupiah (khusus untuk body antenna belum termasuk wireless usbnya).

Cara Pembuatan

  1. Hitunglah jarak titik focus antenna
  2. Hitunglah posisi penempatan wireless USB
  3. Lubangi salah satu doff dan wajan tepat dibagian tengah
  4. Lubangi tempat USB diletakkan dan pasang USB wireless tersebut pada lubang tersebut dan jangan lupa memberi penyangga agar kokoh.
  5. Gunakan aluminium foil untuk menutupi bagian paralon dari titik focus hingga ujung paralon serta menutupi permukaan doff penutup paralon dengan alumunium foil.
  6. Pasanglah baut pada lubang tengah wajan, kemudian pada baut tersebut anda pasangkan doff yang telah dilubangi tadi kemudian kencangkan dengan mur.
  7. Pasangkan paralon yang telah terpasang USB wireless dengan doff yang telah terikat pada dasar wajan.
  8. Gunakan Clamp pipa untuk membuat penyangga wajan agar mudah dipasang dengan tiang penyangga.
  9. Antena Wajan Bolic anda telah siap untuk bertempur dan bermain internet gratis sepuasnya.








sumber:
indelektro.blogspot.co.id

Menjalankan Rangkaian Elektronika dari Komputer

bermacam-macam rangkaian-rangkaian elektronika, tapi pada kesempatan ini saya akan mengajak anda untuk bisa menjalankan rangkaian elektronika dengan menggunakan komputer. Anda hanya perlu mengetahui sedikit tentang pemograman vb atau visual basic dan ketentuan interfacing pada port parallel. Untuk rangkaian interface anda bisa menambahkan buffer sebagai kemanan PC anda dari pengaruh rangkaian elektronika yang anda buat. Tetapi disini saya tidak akan menggunakan buffer karena rangkaian yang akan saya jalankan hanya sederhana serta agar lebih mudah dipahami dan diprakterkkan kembali oleh anda.
Apa-apa saja yang anda harus siapkan untuk permulaan:

  1. PC yang sudah terinstall Vb 6.0
  2. File inpout32.dll copykan ke windows/system32
  3. Kabel port parallel LPT 25 pin
  4. 8 buah led
  5. 8 buah resistor 100 ohm

file inpout32.dll bisa anda cari dengan paman google.

Contoh rangkaian yang akan kita kendalikan adalah yang paling sederhana yaitu menyala dan mematikan 8 buah led dengan sidikit variasi tentunya. Pada percobaan awal ini anda tidak perlu membuat rangkaian elektronika. Anda hanya bertugas menghubungkan setiap led dengan pin D0-D7 dan jangan lupa pasang resistor 100 ohm pada setiap led untuk membatasi arus led. Saya sarankan supaya anda sebaiknya menggunakan potoboard supaya bisa lebih praktis dan bisa mencoba bentuk rangkaian yang lain.

I. Keterangan Pin dari Port Parallel atau kabel LPT

keterangan pin port parallel
-->
Gambar keterangan pin-pin port parallel
Tidak terlalu banyak yang anda harus pelajari dari ketentuan pin-pin port parallel LPT ini khususnya yang mempunyai 25 pin. Yang anda perlu ketahui adalah pengelompokan pin-pin tersebut.
Pin2-pin9 : jalur data 8 bit (D0-D7) bertindak sebagai output
Pin10,11,12,13 dan 15 : jalur status 8 bit bertindak sebagai input / output
Pin1,14,16 dan 17 : jalur kontrol 4 bit bertindak sebagai input / ouput
Pin 18-25 : Ground
Untuk permulaan anda bisa mencobanya dengan menajalankan 8 buah led pada jalur data.

II. Pembuatan Program dengan Visual Basic
1. Untuk pertama kali buatlah new project standar exe dengan nama terserah anda. Kemudian jangan lupa untuk mendeklarasikan file inpout32.dll dengan cara kilik form dua kali, kemudian ketikkan perintah dibawah ini pada posisi paling atas diluar sub form_load. Atau anda buka modul baru dan ketikkan perintahnya pada jendela modul tersebut, tetapi anda haru mengubah kata Private dengan Public supaya bisa terbaca oleh form.
Private Declare Function Inp Lib "inpout32.dll" Alias "Inp32" (ByVal PortAddress As Integer) As Integer
Private Declare Sub Out Lib "inpout32.dll" Alias "Out32" (ByVal PortAddress As Integer, ByVal Value As Integer)
2. Buatlah waktu tunda untuk menyalakan led. Ketikkan perintah dibawah ini tepat dibawah dari perintah yang anda ketikkan tadi.
Private Sub tunda()
a = Timer
Do While Timer <>
DoEvents
Loop
End Sub
3. Tambahkan Timer pada form. Timer berupa gambar jam yang ada di kotak toolbox. Ubah intervalnya menjadi 200 dan Enabled = False melalui jendela properties.
4. Tambahkan 8 buah Shape yang berbentuk bulat dari toolbox, ubah nama ke-8 shape menjadi L melalui jendela properties. Sehingga nanti nama setiap shape tersebut adalah L(0) sd L(7). 0 sampai 7 menunjukkan index, cara ini tujuannya agar kita bisa dengan mudah membuat programnya.
5. Tambahkan Command Button, kilik dua kali dan ketikkan perintah dibawah ini :
Timer1.Enabled = True
6. Klik dua kali timer dan ketikkan perintah dibawah ini :
For i = 0 To 7
L(i).FillColor = &HFFFF&
Out &H378, (2 ^ (i + 1)) - 1
tunda
Next i
7. Jalankan program

Penjelasan singkat program :
- Waktu tunda kita gunakan untuk memberi jeda waktu pada program untuk membaca perintah selanjutnya, supaya lama kedipan lampu bisa kita atur.
- Pemberian nama yang sama pada ke-8 shape berguna untuk meciptakan index dari ke-8 shape tersebut.
- Perintah For i = 0 to 7 berguna untuk membuat pengulangan dengan nilai i akan berubah dari 0 sd 7.
- L(i).FillColor = &HFFFF& merupakan perintah untuk mengubah warna shape menjadi kuning sehingga baga lampu yang menyala. Shape yang berubah akan sesuai dengan nilai i. Jika i = 0, maka L(0) akan menjadi kuning dan begitu seterusnya hingga i = 7.
- Out &H378, (2 ^ (i + 1)) � 1. Sebenarnya inilah inti dari program yang kita buat ini. Perintah ini berfungsi untuk mengeluarkan data dengan nilai (2^(i+1))-1 melalui alamat port &H378 (Alamat port parallel). Jika kita masukkan nilai i mulai dari 0 maka data outnya adalah:
1. (2^(0+1))-1 = (2^1)-1 = 1 (biner = 00000001)
2. (2^(1+1))-1 = (2^2)-1 = 3 (biner = 00000011)
3. (2^(2+1))-1 = (2^3)-1 = 7 (biner = 00000111)
4. (2^(3+1))-1 = (2^4)-1 = 15 (biner = 00001111)
5. (2^(4+1))-1 = (2^5)-1 = 31 (biner = 00011111)
6. (2^(5+1))-1 = (2^6)-1 = 63 (biner = 00111111)
7. (2^(6+1))-1 = (2^7)-1 = 127 (biner = 01111111)
8. (2^(7+1))-1 = (2^8)-1 = 255 (biner = 11111111)
- Hasilnya ke-8 led akan hidup seperti angka biner diatas. Dengan jeda waktu selama waktu tunda.

Sekarang anda bisa menjalankan rangkaian lain dengan menggunakan komputer khususnya dengan kendali program vb dan interfacing port parallel. Anda juga bisa mencoba perintah input dengan menggunakan jalur control atau status. Yang penting anda harus memahami bahwa data yang dibaca oleh komputer baik pada jalur data, control ataupun status merupakan nilai decimal dari setiap kelompok jalur tersebut. Gambar dibawah ini merupakan program yang saya buat dalam beberapa variasi.



loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id

Rangkaian Mic Wireless Sederhana

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sekilas tentang microphone tanpa kabel. Pada dasarnya prinsip kerja dari rangkaian peralatan wireless adalah sama khususnya peralatan wireless yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik atau gelombang radio sebagai media penghubung. Untuk rangkaian pemancar radio sederhana bisa kita kelompokkan menjadi beberapa bagian. Yang pertama adalah sinyal input atau sinyal informasi yang akan dikirim biasanya mempunyai range frekuensi yang rendah. Kemudian bagian pembangkit gelombang frekuensi tinggi atau osilator yang akan dijadikan sebagai sinyal carrier atau pembawa. Seterusnya bagian pencampur atau mixer yang berfungsi untuk menggabungkan antara sinyal informasi dengan sinyal pembawa yang hasilnya sinyal teyal rsebut menjadi sinyal yang sudah dimodulasi. Metode modulasi ada dua yaitu AM (Amplitudo Modulasi) dan FM (Frekuensi Modulasi). Pada AM sinyal yang dihasilkan adalah sinyal dengan frekuensi seperti sinyal pembawa tetapi amplitudonya mengikuti sininformasi. Sedangkan pada FM, frekuensi dari sinyal mengikuti frekuensi sinyal pembawa yang berubah-ubah sesuai dengan amplitudo sinyal informasi. Yang terakhir adalah bagian penala.


Daftar Komponen

1. Resistor : R1 (270 ohm), R2 (4,7 Kohm), R3 (10 Kohm), R4 (100 Kohm), R5 (4,7 Kohm dan R6 (4,7 Kohm)
2. Kapasitor : C1 (0,001 �F), C2 (5,6 pF), C3 (10 �F), C4 (10 �F) dan C5 (3-18 pF)
3. Transistor : Q1 (2N2222) dan Q2 (2N3904)
4. Induktor : L1 (2 lilitan kawat email 1 mm inti udara diameter 10 mm) dan L2 (5 lilitan kawat email 1 mm inti udara diameter 10 mm)
5. Mikrofon
6. Antena

Mari kita perhatikan gambar di atas, suara yang diterima oleh microfon akan diubah oleh mikrofon menjadi sinyal informasi yang berbentuk sinusoidal. Sinyal ac ini kemudian diloloskan oleh C4 menuju basis Q2 untuk diperkuat. Nilai penguatan bergantung pada nilai R4 dan R5. Sinyal yang sudah diperkuat tersebut kemudian diloloskan menuju Q1 untuk kemudian dicampur dengan sinyal frekuensi tinggi. Transistor Q1 berfungsi untuk membangkitkan frekuensi tinggi sekaligus pencampur antara sinyal dari Q2 dengan sinyal frekuensi tinggi yang dihasilkannya sesuai dengan nilai dari C2, C5 dan L2. Kemudian sinyal yang sudah dimodulasi tersebut kemudian dipancarkan oleh antenna.

loading...

sumber:
indelektro.blogspot.co.id